John Xaverius merupakan salah satu orang di Kota Maumere yang menjadikan bonsai sebagai mahkota di pintu rumah. Dengan model rumah panggung yang dekat pantai, bonsai dengan aneka jenis dan bentuk dijejerkan mengelilingi rumah panggung. Sebagian mengikuti anak tangga, sehingga setiap ruang kosong bola mata yang dulu hampa kini terisi dengan bonsai – bonsai.
Terlihat dalam gambar, Wanto, salah satu penghobi bonsai di Maumere sedang duduk dianak tangga teras rumah. Sedang santai memandang bonsai koleksinya.
Jenis tanaman ini hanya ada di Pulau Adonara, daun dari spesies ini mirip enceng gondok. Namun karakter batangnya yang keras dan habitat hidupnya dipesisir pantai sehingga tanaman berkayu keras dan berkulit hitang bersisik ini juga pas jadi bakalan bonsai.
Bakalan bonsai koleksi John Oriwis
John sendiri sudah menekuni bonsai sejak tahun 2008, hal ini dilakukan hanya sekedar mengisi waktu kosong ditengah kesibukannya sebagai PNS. Hobi bonsai sudah membuatnya kurang mengkonsumsi alkohol, kini sudah lebih dari seratus bonsai yang dimilikinya dengan beraneka jenis tanaman bakal bonsai.
Koleksi Flori Bonsai Maumere
Perawatan Sejak Tahun 2008
Beringin umbi merupakan jenis tanaman beringin, disebut demikian karena bagian akar tanaman beringin ini membesar membentuk umbi seperti pada tanaman singkong maupun tanaman umbi - umbian.
Sentigi Gunung merupakan jenis tanaman yang juga memiliki keindahan dan keistimewahan untuk dijadikan bonsai. Disebut sentigi gunung karena tanaman ini jelas mirip dengan sentigi laut. Di Flores, Maumere dan Ende tanaman ini hidup didaerah pegunungan yang dingin, seperti di Puncak Gunung Kelimutu ( Ende ) dan Gunung Egon ( Maumere - Sikka ).
Bakalan bonsai asam flores atau oleh penggemar bonsai di Jawa dan Bali menyebutnya asam jawa. Di Flores merupakan daerah yang juga kaya dengan asam.
Koleksi Flori Bonsai Maumere.
Bakalan bonsai milik Flori pebonsai dari Maumere
Sebagian bakalan bonsai milik Flori di Maumere